Komisi XI DPR RI Soroti Masalah Tata Kelola Saham, Anna: Ini Soal Pembuktian
Februari 03, 2026
"Ini soal pembuktian bahwa tata kelola bursa saham Indonesia semakin transparan dan adil. Delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang disiapkan pemerintah harus dijalankan secara nyata, bukan sekadar wacana," kata anggota Komisi XI DPR RI, Anna Mu'awanah dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Tak hanya itu, ia juga memberikan perhatian khusus, pada perlindungan bagi investor ritel yang jumlahnya terus meningkat. Reformasi bursa saham nasional saat ini, diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang sehat bagi masyarakat luas.
"Jangan sampai investor kecil menelan pil pahit karena masuk ke pasar yang tidak sehat. Negara wajib memastikan pasar modal kita berintegritas sehingga seluruh lapisan investor terlindungi," ujar Anna.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali normal dalam waktu dekat. IHSG anjlok delapan persen yang diikuti oleh penghentian perdagangan sementara (trading halt) pada sesi perdagangan hari ini.
"Ini kan masih shock, besok akan flat. Minggu depan lah anda lihat, minggu depan lah akan balik," kata Menteri Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Kemudian, ia menjelaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih bagus sehingga diyakini IHSG akan kembali stabil. Pemerintah serius melakukan perbaikan diantaranya iklim investasi dan perbaikan pengumpulan pajak dan cukai.
"Oh bagus (fundamental), fondasi ekonomi betul-betul kita perbaiki dengan serius. Saya dengan Bl sudah lebih sinkron sekarang kebijakannya moneter, fiskal, dan iklim investasi kan diperbaiki terus," ujar Menteri Purbaya.
Selanjutnya, ia mengatakan, anjloknya IHSG dipicu oleh laporan awal Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI menyoroti transparansi pasar saham Indonesia yang dinilai masih kurang, banyaknya praktik 'goreng saham' dan persyaratan free float emiten. Di mana, ia menilai reaksi dari pasar berlebihan menyikapi laporan dari MSCI. Pihaknya sudah menghubungi pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dijanjikan perbaikan di pasar rampung pada Mei 2026 mendatang.
"Ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan? Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan?" ucap Menteri Purbaya.