Kesal Karena Sering Dimarahi, Seorang Anak di Medan Tusuk Ibu hingga Tewas
Desember 31, 2025
(Doc-Istimewa)
Medan, bukainnews.id - Kasus pembunuhan dalam keluarga terjadi di Kota Medan. Seorang anak kelas 6 SD berinisial Al ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH) setelah diduga menghabisi nyawa ibu kandungnya, F (42).
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (10/12) sekitar pukul 04.00 WIB saat korban tengah tidur bersama kedua anaknya di kamar lantai satu rumah. Suami korban diketahui berada di lantai dua saat kejadian berlangsung.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyebut, Al terbangun dan memandangi ibunya yang sedang tertidur, hingga memicu rasa marah dalam dirinya.
"Adik (Al) memandangi korban yang tidur di sampingnya semakin menimbulkan rasa marah. Adik mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban. Ditanyakan kepada adik, kenapa baju dibuka? (kata Al) dengan alasan supaya tidak terkena apabila ada perlukaan-perlukaan yang ada menodai bajunya," jelas Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Senin (29/12).
Kakak Al terbangun saat tubuh korban menimpa dirinya dan melihat Al melakukan penusukan. Ia sempat berusaha merebut pisau dari tangan Al.
"Jadi, pada saat adik keluar kamar, mengarah ke arah dapur dan ingin masuk kembali menggunakan pisau kedua, terjadi tarik-menarik dengan kakak sehingga pisaunya terjatuh," ujarnya.
Namun, Al kembali melakukan penusukan. Kakak korban kemudian meminta bantuan dengan membangunkan ayahnya di lantai dua. Ayah dan kakak korban mendapati korban masih hidup dan menyandarkannya ke lemari.
Korban sempat meminta air minum sebelum akhirnya ayahnya menghubungi pihak rumah sakit.
"Ambulans dari rumah sakit tersebut datang dan memeriksa korban, ternyata korban sudah meninggal dunia," ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami 26 luka tusuk. Dalam pemeriksaan, Al mengaku nekat melakukan perbuatannya karena sering dimarahi, dicubit, serta melihat kakaknya kerap mendapat kekerasan dari korban. Polisi juga mengungkap adanya pengaruh dari gim dan tayangan yang kerap ditonton pelaku.